step by step Tutorial Dropship dari Tokopedia Ke Shopee

Dropship merupakan salah satu sistem penjualan yang banyak digandrungi oleh para pembisnis online pada saat ini. Sistem dropship sangat cocok untuk dilakukan bagi anda yang memiliki modal yang kecil dan waktu yang terbatas. Dropship merupakan suatu sistem penjualan online dimana si penjual tidak harus memiliki modal yang besar untuk menyetok produk sendiri karena semua produk berasal dari supplier.
 
jadi, sistem dropship ini merupakan suatu sistem penjualan yang sangat efektif sekali untuk dilakukan bagi anda yang memiliki modal yang tidak cukup besar untuk memulai suatu bisnis online. Pada saat ini telah banyak marketplace yang menyediakan fasilitas dropship untuk memudahkan penerapan sistem dropship. Marketplace seperti tokopedia, shopee, bukalapak, elevenia, lazada, olx dan lainnya sudah memiliki fitur dropship sesuai dengan kelebihan dan kekurangan serta promo yang ditawarkannya.

 

Pengertian Dropship


Dropshipping mirip dengan metode penjualan eceran. Uniknya dalam sistem dropship si pengecer tidak perlu menyimpan atau memiliki produk secara fisik. Si pengecer hanya perlu menjalin kerjasama bisnis dengan perorangan atau perusahaan grosir yang merupakan supplier dari produk yang dijual olehnya. Yang akan mengirimkan pesanan kepada pembeli adalah pihak perorangan atau perusahaan grosir yang dipilih menjadi supplier. Hal yang menarik dari tren dropshipping ini adalah calon pembeli tidak tahu bahwa ia sedang bertransaksi online dengan pengecer yang sebenarnya tidak memegang atau memiliki produk secara fisik.
 
Transaksi dropship seperti ini hanya mungkin terjadi di dalam bisnis yang ada di dunia maya. Bagi anda yang ingin melakukan sistem dropship, yang diperlukan oleh seorang dropshipper alias pelaku bisnis dropshipping hanyalah menyebarluaskan informasi mengenai informasi produk sebanyak-banyaknya ke orang agar memperoleh pembeli. Ketika droshipper mendapatkan seorang pembeli, ia akan meneruskan pesanan kepada supplier. Dropshipper hanya menawarkan produk kepada pembeli tanpa perlu menyetok produk sama sekali.
 

 Perbedaan sistem dropshipper dan sistem reseller

 
Sistem dropshipping berbeda dengan sistem reseller yang mana sistem reseller lebih mengharuskan penjual untuk membeli sebuah produk ke supplier/pemilik barang untuk stok, lalu kemudian dijual ke konsumen dengan mengambil keuntung sesuai mark up atau selisih dari harga barang. Jadi, perbedaan mendasar antara sistem dropship dan sistem reseller adalah stok persediaan atau barangnya.
 
Jika menggunakan sistem dropship anda tidak perlu melakukan stok persediaan/barang karena barang akan dikirim secara langsung atas nama anda dari supplier, sedangkan jika menggunakan sistem reseller anda harus melakukan stok persediaan/barang karena barang dari supplier terlebih dahulu akan dikirimkan ke anda kemudian anda baru melakukan pengiriman ke pelanggan atau customer.
 

Kelebihan dan Kekurangan Bisnis dengan Sistem Dropship


Berikut akan dijelaskan secara lebih lengap dan rinci mengenai kelebihan dan kekurangan sistem dropship sebelum membahas topik secara mendalam mengenai panduan atau tutorial dropship dari Tokopedia ke Shopee.
 

Kelebihan Sistem Dropship

 
1.Praktis
Dalam melakukan sistem dropship tergolong sangat praktis karena kita sebagai dropshipper akan benar-benar free. Tugas dropshipper hanya mempromosikan barang dari supplier lalu jika ada buyer yang tertarik membeli produk kita hanya perlu menghubungi supplier, jadi intinya tugas dropshipper hanya perlu memfokuskan tenaga dan pikiran untuk list building dan pemasaran.
 

2.Tidak Perlu Mengurus Stok Barang

Bisnis dropship terbilang praktis, anda hanya tinggal mengcopy paste produk beserta keterangannya ke toko online anda, lalu iklankan dan promosikan, customer akan datang dengan sendirinya. Untuk proses berikutnya supplier mengirimkan produk tersebut ke alamat di buyer dengan data pengirim atas nama kita. Semua proses adalah tanggungjawab supplier mulai dari proses penyediaan/penyimpanan, pengepakan, hingga proses pengiriman barang. Sistem ini sangat memudahkan sekali bukan?
 

3.Tanpa Modal Besar/Modal Minim

Bagi anda yang memiliki modal yang sangat minim sekali, sistem dropship akan sangat cocok untuk anda jalankan. Bahkan sangat mungkin sekali untuk menjadi dropshipper tanpa harus mengeluarkan modal karena anda tidak perlu memiliki produk secara fisik atau tidak harus melakukan stok barang.
 

4.Jenis produk beragam

Dropshipper dapat menawarkan berbagai macam jenis produk kepada pembeli karena dropshipper tidak perlu membeli produk untuk dijadikan stok. Dropshipper dapat menjalin bisnis dengan beragam supplier yang menyediakan barang/produk yang bermacam-macam.
 

5.Anytime dan Anywhere

Seorang dropshipper dapat menjalankan bisnisnya dimanapun dan kapanpun mereka berada, yang diperlukan hanya koneksi internet yang dapat menghubungkan komunikasi dari supplier dan pembeli dapat terjalin.
 

6.Tidak Perlu Biaya Operasional

Untuk menjalankan sistem dropship anda tidak harus menanggung biaya operasional seperti biaya listrik, gaji pegawai, dan biaya sewa gedung.
 
Kekurangan Sistem Dropship
 
Sistem dropship memang memiliki kelebihan, namun tidak dipungkuri dalam menjalankan bisnis jualan dengan sistem dropship juga memiliki beberapa kekurangan atau kerugian dibandingkan dengan bisnis online lainnya.
 

1.Info Stok Barang Kurang Update

Kekurangan dari sistem dropship yang pertama adalah terkadang kita lambat untuk mengetahui update stok barang terbaru karena data mengenai barang lebih lengkap ada di supplier.
 

2.Tidak Melihat Kondisi Fisik Barang

Kekurangan yang paling utama dari sistem dropship adalah kita sebagai dropshipper tidak dapat melihat produk fisik yang dijual secara langsung dan hanya bisa menerka-nerka kondisi dari info barang tersebut.
 

3.Keuntungan Kecil

Walaupun supplier memberikan harga yang lebih tinggi, para dropshipper biasanya mengambil keuntungan yang relatif karena hal ini akan sangat berisiko yakni bisa merusak kepercayaan konsumen sehingga membuat produk jarang diminati. Biasanya dropshipper akan menetapkan harga yang jauh lebih tinggi dari harga yang sudah ditetapkan oleh supplier.
 

4.Berisiko Terkena Komplain

Dropshipper berisiko terkena komplain jika barang yang dikirimkan tidak sesuai seperti yang dipromosikan. Sehingga dropshipper harus bertanggung jawab terhadap kesalahan yang tidak ia perbuat. Satu-satunya penghubung bagi pembeli adalah dropshipper jika pembeli tidak puas atas layanan yang diberikan oleh supplier.
Bisnis dropshipping memang sedikit rumit jika kita tidak benar benar tau,dibutuhkan ketelitian untuk melihat produk apa yang potensial untuk dijual kembali. Buat saya yang biasa melakukan dropship dari tokopedia ke shopee hal itu sebenarnya sangatlah sederhana,hanya dengan melempar produk ini ke market lain dengan menaikkan harganya.ingin tahu cara saya melakukannya?namun perlu diingat SANGAT penting memiliki suplier yang fast response dan cepat dalam pengiriman,anda tidak maukan kalau
 
misal orderan banyak namun respons dari suplier sangat lambat bahkan input resi numbernyapun lebih dari 1 hari……huaaahhhh Capek yang ada pembeli kita Kabur dan ngomel via Chat minta Refund   Kalau sudah begini akhirnya yang ada malah buntung bukan untung 🙂
 
Untuk melengkapi artikel ini saya akan berikan semua step by step dalam berjualan dropshipping dari tokopedia ke shopee.berikut ini listnya agar anda lebih mudah mempelajarinya.
 
 

Panduan 1

Tahapan Memulai Dropshipping

Hal hal yang harus diperhatikan sebelum anda benar benar terjun ke bisnis Dropshipping
 

Panduan 2

Riset Produk laris Dipasaran

Mencari produk apa yang paling laris dipasaran,tentu saja sangat penting untuk cepat mendapatkan profit dari bisnis ini

Baca selengkapnya disini

 

Panduan 3

Menambahkan Produk di Market place Shopee

Sudah memiliki produk?pada artikel ini kamu akan dipandu bagaimana menguploads produk ke marketplace Shopee

Baca selengkapnya disini

3 Comments

Leave a Reply