HINDARI 6 KESALAHAN YANG BIKIN BISNIS GAGAL TOTAL

Seperti yang kamu ketahui, dari sederetan daftar orang terkaya di dunia, tak satupun dari mereka yang berstatus sebagai karyawan sebuah perusahaan. Apalagi berstatus pegawai negeri sipil, rasanya tidak mungkin status ini akan membuat kamu menjadi orang kaya terkaya di dunia meski urutan ke seribu. Rerata yang memiliki gelar tersebut adalah seorang wirausaha atau entrepeneur.

Tidak sedikit seorang wirausaha yang merintis bisnisnya dari nol, proses yang panjang telah mereka lalui hingga akhirnya menjadi seorang pengusaha sukses dengan penghasilan yang luar biasa. Dengan kata lain, mereka yang sukses membangun kerajaan bisnis dari nol hingga ke tingkat yang luar biasa pasti pernah merasakan jatuh bangun dan pasang surutnya sebuah bisnis.

HINDARI 6 KESALAHAN YANG BIKIN BISNIS GAGAL TOTAL

Pesan pentingnya adalah jika kamu ingin menjadi orang kaya dan sukses, jadilah seorang wirausaha yang hebat dan bangunlah bisnismu sendiri. Membangun sebuah bisnis yang sukses memang tidak mudah dan melalui proses yang panjang. Namun dengan usaha yang kuat dan kerja yang keras, kesuksesan bukanlah suatu kemustahilan.

Nah, bila saat ini kamu tengah merintis sebuah usaha, yakinlah bahwa usaha yang kamu jalankan memiliki prospek yang sangat bagus. Untuk itu, kamu harus mengetahui beberapa hal penting yang harus dihindari dalam berbisnis agar bisnimu tidak gagal total.

  1. Ingin kaya dengan cepat

Sudah sewajarnya seorang wirausaha yang membangun sebuah bisnis memiliki keinginan menjadi orang kaya. Namun perlu diketahui bahwa keinginan itu tidak bisa diwujudkan secara instan. Seperti kata pepatah, tidak ada kesuksesan yang terjadi dalam satu malam. Kesuksesan yang dicapai oleh mereka yang berada dalam daftar orang terkaya di dunia adalah hasil dari proses panjang yang telah mereka lakukan. Ada yang berproses belasan tahun bahkan hingga puluhan tahun sebelum mereka dapat menikmati kesuksesan seperti sekarang ini.

Jadi, sebagain seorang wirausaha kamu harus memiliki ketekunan dan kesabaran yang tinggi dalam membesarkan bisnis. Ingin kaya boleh, tapi tidak bisa instan.

  1. Tidak awas dengan persaingan

Salah satu tantangan yang harus dihadapi setiap pengusaha adalah sebuah persaingan. Persaingan dalam usaha memang tidak bisa dihindari, meskipun usaha yang kamu jalankan memiliki keunikan tersendiri dibandingkan bisnis lainnya, kamu harus tetap waspada akan adanya sebuah persaingan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap pengusaha akan mempelajari setiap pesaing potensial bisnisnya dengan maksud mempelajari setiap kelebihan dan kekurangannya.

  1. Memasang target yang tidak realistis

Memiliki target dalam berbisnis bisa dikatakan sangat penting agar bisnis yang kamu jalankan memiliki arah yang spesifik dan lebih cepat berkembang. Namun perlu diingat bahwa membuat target yang tidak realistis justru akan menghancurkan bisnismu.

Sebuah target bisnis harus dibuat dengan realistis, akuntabel, terukur serta memiliki waktu yang spesifik. Misalkan, kamu menentukan target penjualan dapat tumbuh sebesar 10 persen setiap bulannya dan akan dievaluasi tiap tiga bulan. Angka 10 persen bisa dikatakan masih realistis khususnya buat usaha yang baru saja dijalankan.

  1. Tujuan bisnis terlalu dangkal

Apa tujuan bisnismu? Jika jawabanmu sekedar untuk mendapatkan sebuah penghasilan maka bisa dikatakan tujuan bisnismu terlalu dangkal.  Ada banyak hal yang lebih besar dari sekedar mencari uang ketika berbisnis. Tidak sedikit para pengusaha yang sukses mengembangkan bisnisnya dimulai dengan tujuan atau visi misi yang luhur seperti ingin menyediakan lapangan pekerjaan bagi merkea yang membutuhkan, dan visi misi lainnya yang tidak hanya memikirkan diri sendiri namun untuk kemaslahatan orang banyak.

  1. Menjual terlalu murah

Untuk memenangkan sebuah persaingan, tidak sedikit para pengusaha yang banting harga menjual produknya dengan harga yang lebih murah dari para pesaingnya. Apakah dengan menjual lebih murah akan membuat produknya laku keras? Tidak selalu. Di era modern seperti ini dimana para penjual dan pembeli dipertemukan secara online baik di social media maupun media online lainnya, trik seperti itu sudah tidak berlaku. Saat ini pembeli sudah lebih cerdas dan selektif dalam menilai kualitas barang atau jasa yang ditawarkan. Rerata tidak akan keberatan membayar lebih mahal untuk barang dengan kualitas yang lebih baik.

Lalu, apakah strategi menjual dengan harga murah harus ditingglkan? Tergantung situasi dan kondisi, mestinya setiap strategi harus disesuaikan dengan jenis barang atau jasa yang ditawarkan. Target pasar dan strategi marketing bisnis juga akan menentukan tepat atau tidaknya menjual prosduk dengan harga terlalu murah.

  1. Mudah frustrasi

Salah satu perbedaan antara karyawan dengan pengusaha adalah seorang karyawan memiliki kepastian pendapatan yang akan ia terima setiap bulan dan hanya bekerja pada sistem yang sudah jadi. Tidak seperti seorang pengusaha yang selalu dihadapkan pada ketidakpastian dan harus mencipatakan sebuah sistem itu sendiri lalu merawat dan mengembangkannya agar roda bisnis dapat terus berputar.

Seperti yang kamu ketahui, perputaran roda bisnis adakalanya melemah dengan adanya aral yang melintang. Kondisi seperti ini merupakan tantangan tersendiri, seorang pengusaha tidak boleh frustasi menghadapi setiap tantangan yang ada di depannya. Jadikan tantangan itu sebagai peluang untuk menjadi lebih baik.

Nah, itulah 6 kesalahan yang harus kamu hindari ketika berbisnis dengan harapan bisnis yang kamu jalankan tidak berhenti ditengah jalan dan dapat meraih kesuksesan seperti yang kamu harapkan. Jika kamu punya cerita menarik ketika mengembangkan sebuah bisnis, silakan berbagi dengan menulisnya di kolom komentar dibawah ini.

Leave a Reply